Achame

Rabu, 17 Mei 2017

Sajak Hati (8 8 11)


Gentar melewati batas
Hingga hanya mendapat sisa jejakmu
Ku hanya si punguk, yg malu melihat mentari
Takut bercermin, karena wajahku hanya sebongkah daging
Apakah kau singa? 
Bukan... Aku hanya takut.... 
Saat tak terlihat lagi SENYUMANMU. Hai my sonya.

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Name : M.Ramaditya Hakim
Class : XI IPA 1
Number : 14


In my opinion,
This poerty is very touching, until I can not say a word anymore, increase your skill sir, i will stay tune on your blog,

Poerty :
BILA RAMADHAN MEMANGGIL
Bila Ramadhan memanggilmu
Mengetuk pintu hidupmu
Sambut ia sepenuh rindumu
Dekap ia sepenuh cinta
Dan biarkan jemari indahnya
Merengkuhmu dalam ampunan-Nya

Bila Ramadhan memanggilmu
Sambutlah ia bak tamu istimewa
Kenaglah kelopak hari-hari
Yang telah luruh berguguran
Kenanglah seumpama pertanda
Bagi engkau sang penerus pejalanan
Bersiaplah menjemput giliran
Bila tak lagi kau jumpai ia
Ramadhan di tahun depan

Bila ramadhan memanggilmu
Bersihkan hati dari segala dengki
Sucikan jiwa dari segala prasangka
Bersihkan raga dari segala dosa
Bila Ramadhan memanggilmu
Berlarilah menjemput panggilan-Nya

Gani mengatakan...

Budi tria gani

Unknown mengatakan...


Nama :ahmad shoim
Kelas:xl ipa


In my opinion this poem is very touching until I realize the meaning of smile, this poem is good for all young and old people


Jiwaku Berbicara

Jiwaku berbicara
Kepada-Mu
Yang selalu kurindu
Jiwaku tak hentinya mengucap
Kemuliaan asma-Mu
Keteduhan kasih-Mu

Sebab engkau..
Sumber dari segala sumber hidupku
Hendaknya setiap langkah yang kuayunkan
Mendekatkan hatiku pada firman-Mu
Yang teduh, yang syahdu

Jiwaku berbicara
Karena hidup ini
Selalu menyusuri jalan
Dan setiap perjalanannya
Butuh pandu agar sampai pada tujuan
Yang hakiki dan sejati
Sampai ke haribaan-Mu

Gani mengatakan...

Name: BUDI TRIA GANI
Class: XI IPA 1
Absen: 03

Opinion: I think the poem above is nice and touching with his beautiful words


PUISI: DI UJUNG NAFAS INI

cinta di ujung nafasku
sehidup semati seduka bahagia
setangis setawa berdu
dalam dadaku pasti ada kamu
di suaraku ini harapanku
ku harap kau yang ada di samping saat nanti ku tutup usia
dan kau yang terakhir ku lihat sebelum ku menutup mata
dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku
dalam dadaku pasti ada kamu